Bagaimana Budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dapat diterapkan dengan baik.








SAFETY CULTURE/ BUDAYA K3


Organisasi memiliki 3 parameter penting dalam penerapan budaya K3 yaitu People, Equipment and Process. 






Untuk mengendalikan semua itu terdapat hal-hal yang utama, seperti Komitmen Pimpinan puncak, Sistem yg mendukung dan Lingkungan kerja yg aman.

Komitmen pimpinan itu sangatlah penting untuk diaplikasikan, karena bagaimpun Safety merupakan investasi, jadi pasti butuh budget agar terlaksana secara sempurna. Sistem prosedur, pedoman dan lain-lainnya dibuat untuk mengatur cara kerja aman (agar bisa dipatuhi dan bisa membuat sistem Just Culture, yang bisa dijadikan referensi untuk Reward and Punishment.

Terakhir… ya sediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Jika ada pertanyaan.

“Berarti organisasi harus mempersiapkan budget tambahan dong untuk penerapan budaya K3 ini…?”Iya, semua pasti butuh biaya walaupun kecil. “Print SOP saja butuh biaya…!”Karena operasi dan HSE harus sejalan, tidak ada yang lebih penting [Operasi tidak ada, ya tidak ada bisnis dan akhirnya tidak butuh HSE. 

HSE berantakan, maka terjadilah kecelakaan terjadi gangguan bisnis, pada akhirnya tujuan bisnis bisa tidak tercapai.Jadi ya perlu prioritas...!“Makanya ada risk assessment, sehingga ketahuan mana yang High Risk Urgent dan High Risk Not Urgent. 

Jadi organisasi bisa menjadikannya program tahunan dari hasil penilaian tersebut. Sebenarnya ISO 45001:2018 sudah bisa menjadi tools yang sangat baik, karena terdapat konsep PDCA Cycle (Plan Do Check and Action).” Artikel oleh M. Iryanto Siregar, S.T., MKKK | 6 Juni 2020.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *